Korea Selatan Pertimbangkan Bebas Visa untuk Wisatawan Indonesia, Ini Dampak dan Skemanya
Pemerintah Korea Selatan sedang mempertimbangkan untuk menerapkan fasilitas bebas visa bagi wisatawan dari Indonesia. Langkah ini selaras dengan target negara tersebut untuk menarik sebanyak 30 juta...
Pemerintah Korea Selatan sedang mempertimbangkan untuk menerapkan fasilitas bebas visa bagi wisatawan dari Indonesia. Langkah ini selaras dengan target negara tersebut untuk menarik sebanyak 30 juta kunjungan wisatawan asing setiap tahun.
Table Of Content
Pada Rapat Strategi Nasional Pariwisata yang dipimpin oleh Presiden Lee Jae-myung pada hari Rabu (25/2/2026) di kompleks Cheong Wa Dae, Jongno-gu, Seoul, Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Chae Hwi-young menyampaikan rencana untuk menyederhanakan prosedur imigrasi di bandara-bandara luar wilayah ibukota melalui pembukaan jalur penerbangan internasional baru.
Informasi menyebutkan bahwa Indonesia akan mendapatkan akses bebas visa dalam bentuk skema uji coba, khusus untuk kelompok wisata yang terdiri dari tiga orang atau lebih.
Sementara itu, bagi warga negara Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara lainnya yang pernah mengunjungi Korea Selatan dan memenuhi persyaratan tertentu, akan diberikan fasilitas visa ganda atau multiple entry dengan masa berlaku lima tahun, serta visa 10 tahun bagi penduduk dari kota-kota besar.
Selain rencana bebas visa untuk wisatawan Indonesia, Korea Selatan juga berniat untuk memperluas penggunaan e-gate atau pintu masuk imigrasi otomatis bagi warga negara Uni Eropa.
Lantas, apa saja dampak yang mungkin terjadi jika kebijakan bebas visa untuk wisatawan Indonesia benar-benar diberlakukan?
Dampak Kebijakan Bebas Visa Korea Selatan Bagi Indonesia
Penerapan kebijakan bebas visa diharapkan akan memberikan pengaruh signifikan terhadap jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan. Fasilitas ini jelas akan mempermudah akses perjalanan liburan, mengingat sebelumnya banyak wisatawan yang menghadapi kendala administratif akibat proses pengurusan visa yang cukup rumit.
Selain itu, kebijakan bebas visa juga dapat membuat Korea Selatan menjadi destinasi yang lebih menarik dibandingkan negara lain yang masih menerapkan persyaratan visa yang ketat.
Ditambah lagi, popularitas budaya pop Korea atau K-Pop serta drama Korea yang tinggi di kalangan masyarakat Indonesia berpotensi menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah wisatawan yang berangkat ke sana.
Indonesia telah lama dianggap sebagai pasar yang memiliki potensi besar bagi Korea Selatan. Selain sektor pariwisata, kebijakan bebas visa juga dapat memperkuat hubungan antarwarga negara kedua negara.
Hal ini membuka peluang untuk terjadinya pertukaran budaya dan kerja sama yang lebih erat. Perlu diketahui bahwa sebenarnya terdapat wilayah di Korea Selatan yang sudah menerapkan kebijakan bebas visa bagi wisatawan asal Indonesia, yaitu Pulau Jeju yang terkenal dengan keindahan alamnya yang memukau.
Pulau Jeju memiliki status administratif khusus yang berbeda dengan daratan utama Korea Selatan. Pengaturan ini dilakukan untuk mendukung promosi Pulau Jeju sebagai destinasi wisata internasional.
Namun, terdapat ketentuan khusus yang berlaku untuk kebijakan ini: fasilitas bebas visa hanya diberikan bagi mereka yang menggunakan penerbangan langsung menuju Pulau Jeju. Artinya, wisatawan Indonesia yang ingin menikmati fasilitas ini harus memilih penerbangan yang langsung mendarat di pulau tersebut tanpa melakukan transit di kota lain di Korea Selatan terlebih dahulu.
Jaminan Keamanan dan Kenyamanan Bagi Wisatawan
Untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang mengunjungi berbagai daerah di Korea Selatan, pemerintah berencana untuk memperkuat promosi destinasi wisata di daerah-daerah. Berbagai fasilitas juga akan diperbaiki guna menarik minat wisatawan.
Pemerintah Korea Selatan tengah mempertimbangkan penerapan fasilitas bebas visa bagi wisatawan asal Indonesia. Kebijakan ini menjadi bagian dari target ambisius negara tersebut untuk menarik hingga 30 juta kunjungan wisatawan asing setiap tahunnya.
Rencana tersebut disampaikan dalam Rapat Strategi Nasional Pariwisata yang dipimpin Presiden Lee Jae-myung pada Rabu (25/2/2026) di kompleks Cheong Wa Dae, Jongno-gu, Seoul. Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Chae Hwi-young mengungkapkan bahwa pemerintah berencana menyederhanakan prosedur imigrasi, termasuk membuka jalur penerbangan internasional baru di bandara-bandara luar wilayah ibu kota.
Skema Uji Coba Bebas Visa untuk Indonesia
Berdasarkan informasi yang beredar, Indonesia akan memperoleh akses bebas visa melalui skema uji coba. Fasilitas ini direncanakan berlaku khusus untuk kelompok wisata yang terdiri dari tiga orang atau lebih.
Sementara itu, kebijakan berbeda juga dirancang bagi warga negara Tiongkok dan negara-negara Asia Tenggara lainnya yang telah memenuhi persyaratan tertentu. Mereka akan mendapatkan fasilitas visa ganda (multiple entry) dengan masa berlaku lima tahun. Bahkan, visa 10 tahun disiapkan bagi penduduk dari kota-kota besar tertentu.
Selain itu, Korea Selatan juga berencana memperluas penggunaan e-gate atau pintu masuk imigrasi otomatis bagi warga negara Uni Eropa guna mempercepat proses kedatangan.
Potensi Dampak bagi Indonesia
Apabila kebijakan bebas visa benar-benar diterapkan, dampaknya diperkirakan signifikan terhadap jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Korea Selatan. Selama ini, proses administrasi visa kerap menjadi kendala karena dinilai cukup rumit dan memakan waktu.
Kemudahan akses ini berpotensi menjadikan Korea Selatan sebagai destinasi yang lebih kompetitif dibandingkan negara lain yang masih menerapkan persyaratan visa ketat. Terlebih lagi, tingginya popularitas budaya pop Korea seperti K-Pop dan drama Korea di Indonesia diyakini akan mendorong lonjakan minat wisata.
Indonesia sendiri telah lama dianggap sebagai pasar potensial bagi Korea Selatan. Tidak hanya dari sisi pariwisata, kebijakan bebas visa juga dinilai mampu memperkuat hubungan antarwarga kedua negara, termasuk dalam aspek pertukaran budaya dan kerja sama yang lebih luas.
Kebijakan Khusus di Pulau Jeju
Perlu diketahui, sebagian wilayah Korea Selatan sebenarnya telah menerapkan kebijakan bebas visa bagi wisatawan Indonesia, yakni Pulau Jeju. Wilayah dengan status administratif khusus ini dikenal sebagai destinasi wisata internasional yang menawarkan keindahan alam.
Namun, terdapat ketentuan yang harus dipenuhi. Fasilitas bebas visa hanya berlaku bagi wisatawan yang menggunakan penerbangan langsung menuju Pulau Jeju. Artinya, tidak diperkenankan melakukan transit terlebih dahulu di kota lain di Korea Selatan sebelum tiba di Jeju.
Jaminan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan
Dalam upaya mendukung peningkatan jumlah kunjungan, pemerintah Korea Selatan juga berencana memperkuat promosi destinasi wisata di berbagai daerah, tidak hanya terpusat di kawasan metropolitan Seoul.
Sejumlah fasilitas akan diperbaiki guna meningkatkan kenyamanan wisatawan. Pemerintah bahkan berencana memberikan potongan harga untuk kunjungan ke destinasi kuliner tertentu guna meringankan beban biaya perjalanan.
Selain itu, kebijakan terkait penataan jasa calo perjalanan turut disiapkan sebagai bagian dari reformasi industri pariwisata. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem wisata yang lebih transparan, aman, dan menarik bagi wisatawan mancanegara.
Dengan berbagai strategi tersebut, Korea Selatan berharap semakin banyak daerah di luar Seoul yang dikenal luas dan menjadi tujuan wisata internasional, termasuk bagi wisatawan asal Indonesia.
Penulis: Nabila Rahma Hidayat