Dulu Menyadap Karet untuk Biaya Kuliah, Kini Prof Kuswanto Jadi Guru Besar
Masa depan tidak selalu ditentukan oleh dari mana seseorang berasal. Kisah perjalanan Prof Dr Kuswanto, SPd, MSi menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan pendidikan dapat mengubah jalan hidup...
Masa depan tidak selalu ditentukan oleh dari mana seseorang berasal. Kisah perjalanan Prof Dr Kuswanto, SPd, MSi menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan pendidikan dapat mengubah jalan hidup seseorang. Dosen di Universitas Jambi ini berhasil mencapai posisi akademik tertinggi sebagai Guru Besar, meskipun masa kecilnya dilalui dengan penuh perjuangan sebagai penyadap karet.
Table Of Content
Perjalanan hidupnya menggambarkan bagaimana latar belakang sederhana tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi besar di dunia pendidikan dan akademik.
Dari Kebun Karet hingga Dunia Akademik
Mengutip laman resmi Universitas Jambi, Kuswanto lahir di Cilacap pada 14 Juni 1977 dari keluarga transmigran yang bekerja sebagai petani karet. Sejak kecil, ia telah terbiasa membantu orang tuanya bekerja di kebun.
Kehidupan masa sekolahnya dijalani dengan penuh perjuangan. Setiap pagi ia membantu orang tua dengan menyadap karet, sementara kegiatan sekolah ia jalani pada sore hari.
“Saya dulu sekolahnya sore. Jadi saat pagi saya motong karet, lalu saya jual. Hasilnya saya kumpulkan untuk modal saya kuliah,” ujarnya, dikutip dari laman unja.ac.id.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Kuswanto berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana di Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Jambi. Setelah itu, ia melanjutkan studi magister di bidang Ilmu Ekonomi di IPB dan kemudian meraih gelar doktor di Universitas Jambi.
Karier akademiknya terus berkembang. Sejak 2016, ia resmi menjadi dosen di Universitas Jambi. Puncaknya, pada tahun 2026 ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Bagi Kuswanto, memilih bidang ilmu ekonomi berarti memikul tanggung jawab besar untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Riset tentang Ekonomi Pendidikan dan Kewirausahaan
Selain aktif mengajar, Prof Kuswanto juga produktif melakukan penelitian di bidang ekonomi pendidikan, kewirausahaan, serta pembangunan ekonomi masyarakat.
Salah satu penelitiannya berjudul “The Impact of Entrepreneurial Attitudes and Entrepreneurial Competence on Students’ Business Success” yang terbit di jurnal internasional International Journal of Entrepreneurial Knowledge.
Penelitian tersebut mengkaji bagaimana sikap serta kompetensi kewirausahaan dapat memengaruhi keberhasilan usaha mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan serta pendidikan kewirausahaan memiliki peran penting dalam meningkatkan peluang keberhasilan bisnis mahasiswa.
Baca Juga : 10 Provinsi yang Warganya Paling Suka Membaca, Ada Daerahmu?
Dalam penelitian lain yang diterbitkan di Economic Education Analysis Journal, Kuswanto meneliti pengaruh fasilitas sekolah dan teknologi terhadap kebutuhan tenaga kerja guru di sekolah swasta. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai bagaimana perkembangan teknologi serta sarana pendidikan dapat memengaruhi kebutuhan tenaga pendidik di institusi pendidikan.
Melalui berbagai penelitian tersebut, Kuswanto berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan pendidikan ekonomi, peningkatan kewirausahaan mahasiswa, serta perumusan kebijakan pendidikan yang lebih efektif bagi masyarakat.
Dukungan Keluarga dan Sahabat
Dalam perjalanan studinya hingga menjadi akademisi, Prof Kuswanto mengakui bahwa dukungan orang-orang terdekat memiliki peran yang sangat penting.
Keluarga dan sahabat menjadi sumber kekuatan yang membantunya melewati berbagai tantangan hidup. Baginya, kehadiran sahabat tidak hanya terasa saat keadaan menyenangkan, tetapi juga ketika menghadapi masa sulit.
“Kita butuh orang terdekat, salah satunya sahabat. Sahabat datang bukan hanya saat kita senang, tetapi saat kita susah juga, mereka yang akan menguatkan saat kita bekerja,” ungkapnya.
Dari pengalaman hidup yang ia jalani, Kuswanto belajar bahwa kehidupan merupakan amanah yang harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga nilai spiritual dalam setiap langkah kehidupan.