Desain Keranda Inovatif Mahasiswa ISI Surakarta Juara Kompetisi Nasional
Mahasiswa Institut Seni Indonesia Surakarta, Robiantoro Rinto Wijaya, berhasil meraih juara 2 dalam kompetisi desain keranda jenazah yang diselenggarakan oleh Masjid Raya Sheikh Zayed Solo pada...
Mahasiswa Institut Seni Indonesia Surakarta, Robiantoro Rinto Wijaya, berhasil meraih juara 2 dalam kompetisi desain keranda jenazah yang diselenggarakan oleh Masjid Raya Sheikh Zayed Solo pada Februari 2026. Ia resmi diumumkan sebagai pemenang pada Selasa (3/3/2026).
Table Of Content
Kompetisi tersebut terbuka bagi masyarakat umum, termasuk mahasiswa dan siswa SMK. Para peserta ditantang untuk membuat desain 3D keranda jenazah yang mempertimbangkan berbagai aspek penting, seperti pemilihan material, batas berat maksimal, serta estimasi biaya produksi.
Melalui inovasi para peserta, desain keranda diharapkan mampu menghadirkan fungsi yang lebih baik, memberikan kenyamanan bagi para pengangkat jenazah, tidak menimbulkan kesan menakutkan, serta tetap menjaga kehormatan jenazah dalam proses pemakaman.
Mahasiswa Program Studi Desain Interior ISI Surakarta ini menghadirkan rancangan keranda yang menekankan pada aspek ergonomi, keamanan, higienitas, dan daya tahan material.
Perhatikan Keamanan Jenazah dan Pengangkat
Dalam desainnya, Robiantoro menggunakan metal sheet yang dibentuk melengkung ke bawah pada bagian alas jenazah. Bentuk ini berfungsi untuk memastikan posisi jenazah tetap stabil dan tidak bergeser atau terombang-ambing ketika keranda diangkat.
Keranda tersebut juga dilengkapi tali webbing dengan buckle atau kepala sabuk yang berfungsi untuk “mengikat” jenazah agar tidak mudah berpindah posisi selama proses pengangkatan.
Dari sisi konstruksi, aspek keamanan juga diterapkan melalui proses perakitan dengan metode pengelasan (welding) sehingga rangka keranda menjadi lebih kokoh dan tahan lama.
Pada bagian pegangan pengangkat jenazah, Robiantoro menggunakan bahan stainless steel yang dilapisi bantalan karet atau spons agar lebih nyaman saat diangkat. Bantalan tersebut dibentuk seperti lembaran, kemudian dilapisi kain ripstop agar lebih tahan lama, serta dilengkapi velcro.
Selain itu, keranda juga dilengkapi roda pada bagian bawahnya sehingga memudahkan proses pemindahan di dalam area masjid, rumah sakit, maupun institusi lainnya.
Desain pegangan keranda juga dibuat fleksibel. Pegangan dapat didorong masuk ke dalam saat keranda disimpan atau tidak digunakan, kemudian dikunci menggunakan spring lock button.
Meskipun sistem pop-up tersebut sudah tersedia di pasaran, Robiantoro membuat inovasi pada bentuk penampang pegangan. Ia menggunakan bentuk persegi berongga (hollow) alih-alih pipa bulat sehingga distribusi beban menjadi lebih stabil bagi para pengangkat jenazah.
Mudah Dibersihkan dan Tahan Lama
Material utama yang digunakan dalam desain keranda ini adalah stainless steel. Bahan tersebut dipilih karena memiliki ketahanan terhadap karat, mudah dibersihkan, serta tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.
Selain itu, desain alas jenazah yang melengkung juga memudahkan proses pembersihan karena air dapat mengalir dengan lancar ketika keranda dicuci.
Jika diperlukan perawatan lebih lanjut, alas jenazah dapat dilepas dan dipasang kembali karena dikunci menggunakan sekrup. Sistem ini memungkinkan pengurus untuk mengganti bagian alas secara lebih mudah jika mengalami kerusakan di kemudian hari.
Dosen pembimbing Robiantoro, Eko Sri Haryanto, menjelaskan bahwa konsep hingga gambar desain keranda tersebut dikembangkan secara intensif selama tiga hari melalui proses diskusi dan konsultasi.
“Keranda yang beredar di masyarakat umumnya belum memperhatikan distribusi beban yang baik dan aspek higienitas. Melalui desain ini kami mencoba menawarkan solusi yang lebih manusiawi bagi pengusung jenazah tanpa menghilangkan nilai sakral dalam prosesi pemakaman,” ucapnya.
Daftar Pemenang Kompetisi Desain Keranda
Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, berikut daftar pemenang kompetisi beserta hadiah yang diberikan:
Juara 1 – hadiah Rp4 juta
Galang Firman dari PT MAK
Juara 2 – hadiah Rp3 juta
Robiantoro Rinto Wijaya dari ISI Surakarta
Juara 3 – hadiah Rp2 juta
Tim mahasiswa Universitas Sebelas Maret: Mahruz Hilmi Rosyadi, Fajar Wahyu Septiawan dan Puspita Bella Kusumaningrum
Juara Harapan:
Zaghlul Ayyasy dari Universitas Tidar
Khalifah Hanif dan Dimas Kurniawan dari Institut Teknologi Bandung
Rizqi Fadhlurrohman dari Surabaya
Askar Abdullah dan Azzam Dharmawan
Alifaji Dewandanu
Farhan Luqmanul Haqim dari Politeknik Negeri Madiun
Adhi Setiyo Nugroho dari Inovakit.id atau PT Asasi Jaya Madani
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!