Akses Kuliah Terus Diperluas, Pemerintah Targetkan APK Perguruan Tinggi Tembus 38 Persen
Akses Kuliah di Indonesia Terus Naik, Target Pemerintah Capai 38 Persen
Pemerintah terus memperluas akses pendidikan tinggi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat daya saing nasional sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Salah satu indikator yang menunjukkan peningkatan akses tersebut adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi. Data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menunjukkan bahwa APK pendidikan tinggi mengalami tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2019, APK perguruan tinggi tercatat sebesar 30,28 persen. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi sekitar 32 persen pada tahun 2024. Pemerintah menargetkan APK perguruan tinggi dapat mencapai 38,04 persen pada tahun 2029.
Peningkatan angka partisipasi tersebut mencerminkan upaya pemerintah untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat dalam mengakses pendidikan tinggi. Berbagai kebijakan dan program terus didorong agar semakin banyak lulusan pendidikan menengah dapat melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa penguatan sektor pendidikan tinggi menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan nasional. Menurutnya, pendidikan tinggi tidak hanya berperan dalam menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga dalam mendorong riset dan inovasi yang berkontribusi pada pembangunan bangsa.
Baca juga: Kualitas Pendidikan Tinggi Diperkuat, Pemerintah Targetkan 97 Ribu Dosen Doktor Pada 2029
“Periode ini merupakan fase krusial dalam memperkuat fondasi menuju Indonesia Emas 2045, dengan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi sebagai pilar utama peningkatan daya saing bangsa,” ujar Brian.

Ia menambahkan bahwa peningkatan APK perguruan tinggi diharapkan mampu memperluas kesempatan belajar bagi generasi muda Indonesia. Dengan semakin banyak masyarakat yang mengakses pendidikan tinggi, diharapkan kualitas sumber daya manusia nasional juga dapat meningkat secara signifikan.
Melalui berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap pendidikan tinggi dapat menjadi salah satu motor penggerak pembangunan nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi persaingan global di masa mendatang.