10 Kampus PTN Akademik Penerima KIP Kuliah Terbanyak SNBP 2026
Jumlah pendaftar program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab...
Jumlah pendaftar program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Prof Dr Ir Eduart Wolok, ST, MT, mengungkapkan bahwa tren kenaikan ini mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap akses pendidikan tinggi yang inklusif.
Dalam konferensi pers pengumuman SNBP dan KIP-K SNBP 2026 yang disiarkan melalui YouTube SNPMB ID pada Selasa (31/3/2026), Eduart menyampaikan bahwa jumlah pendaftar KIP Kuliah mencapai ratusan ribu peserta.
“Dari 806 (806.242 pendaftar) ini yang mendaftar KIP Kuliah itu 287.831. Meningkat 80.000 lebih dibanding 2024,” katanya.
Data tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup tajam jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2025, jumlah pendaftar KIP Kuliah tercatat sebanyak 255.474 peserta, sementara pada 2024 hanya mencapai 205.218 peserta.
Tingkat Penerimaan Masih Terbatas
Meski jumlah pendaftar terus meningkat, daya tampung penerima KIP Kuliah masih terbatas. Pada perguruan tinggi negeri (PTN) akademik, tercatat sebanyak 273.980 peserta mendaftar KIP Kuliah, namun hanya 53.897 peserta yang berhasil diterima.
Hal ini menunjukkan bahwa persaingan untuk mendapatkan bantuan pendidikan tersebut masih sangat ketat, sehingga diperlukan strategi dan persiapan yang matang bagi para calon mahasiswa.
PTN Akademik dengan Penerima KIP Kuliah Terbanyak SNBP 2026
Berikut daftar perguruan tinggi negeri dengan jumlah penerima KIP Kuliah terbanyak melalui jalur SNBP 2026:

Peningkatan jumlah pendaftar KIP Kuliah ini menjadi sinyal positif bagi pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia. Namun di sisi lain, tingginya angka pendaftar juga menjadi tantangan bagi pemerintah untuk terus memperluas jangkauan bantuan agar semakin banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu dapat mengenyam pendidikan tinggi.