Simak Kampus Favorit Calon Mahasiswa di SNBT 2025
Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) merupakan salah satu jalur utama masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia yang dilakukan melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Tes ini...
Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) merupakan salah satu jalur utama masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia yang dilakukan melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Tes ini dirancang untuk mengukur kemampuan kognitif, penalaran, literasi, serta kesiapan akademik calon mahasiswa secara objektif. Setiap tahunnya, SNBT selalu diminati oleh ratusan ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Meski sama-sama melalui satu jalur seleksi, minat pendaftar terhadap tiap PTN tidak merata. Reputasi akademik, lokasi kampus, program studi unggulan, hingga peluang karier lulusan menjadi faktor utama yang memengaruhi pilihan calon mahasiswa. Perbedaan daya tarik inilah yang membuat sejumlah kampus dipadati pendaftar dalam jumlah besar, sementara yang lain relatif lebih sepi, mencerminkan dinamika preferensi publik terhadap pendidikan tinggi di Indonesia.
Universitas Indonesia (UI) menempati peringkat pertama sebagai perguruan tinggi dengan jumlah pendaftar terbanyak dalam SNBT 2025, yakni mencapai 111.206 orang.
Posisi UI sebagai kampus ternama yang terletak di pusat ibu kota menjadikannya incaran utama para calon mahasiswa dari seluruh Indonesia. Fasilitas pendidikan yang unggul, nama besar kampus, serta prospek kerja lulusannya yang menjanjikan menjadi faktor utama tingginya minat ini.
Tak jauh berbeda, Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo menyusul di posisi kedua dengan 101.069 pendaftar. Kenaikan signifikan ini menunjukkan bahwa UNS semakin diakui secara nasional, baik dari sisi kualitas akademik maupun pengembangan inovasi.
Universitas Gadjah Mada (UGM), sebagai salah satu universitas tertua dan terbaik di Indonesia, berada di posisi ketiga dengan 89.295 pendaftar. Reputasinya yang mendunia membuat UGM tetap menjadi favorit banyak pelajar, meskipun persaingan masuknya terkenal sangat ketat. Lokasinya di Yogyakarta, kota pendidikan yang kondusif, menambah daya pikat UGM di mata pendaftar.
Sementara itu, Universitas Diponegoro (Undip) di Semarang mengisi posisi keempat dengan 84.514 pendaftar. Undip dikenal memiliki kekuatan di bidang teknik, kesehatan, dan ilmu sosial.
Di posisi kelima, Universitas Padjadjaran (Unpad) mencatat 84.390 pendaftar. Kampus yang berbasis di Jatinangor ini memiliki banyak program studi unggulan, terutama di bidang kedokteran, hukum, dan komunikasi.
Universitas Brawijaya (UB) di Malang menyusul dengan 79.985 pendaftar. Selain karena keunggulan di bidang pertanian, ekonomi, dan hukum, kota Malang sebagai kota pendidikan yang sejuk dan terjangkau menambah popularitas UB.
Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya, dengan 76.238 pendaftar, juga menjadi magnet bagi calon mahasiswa. Dikenal kuat di bidang kesehatan dan sains, Unair memiliki daya saing tinggi di SNBT.
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berada di urutan kedelapan dengan 66.670 pendaftar. Sebagai kampus pendidikan yang kini juga melebarkan sayap ke bidang-bidang non-kependidikan, Unesa berhasil menarik perhatian banyak calon mahasiswa, terutama dari Jawa Timur dan sekitarnya.
Institut Pertanian Bogor (IPB University) mengamankan posisi kesembilan dengan 64.035 pendaftar. Spesialisasinya di bidang pertanian, peternakan, dan lingkungan membuatnya tetap relevan sebagai pilihan utama bagi mereka yang bercita-cita di sektor agroindustri yang strategis bagi masa depan Indonesia.
Menutup 10 besar, Universitas Sumatera Utara (USU) memperoleh 62.905 pendaftar. Sebagai kampus unggulan di wilayah barat Indonesia, USU menjadi harapan utama bagi banyak siswa dari Sumatera dan sekitarnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa harus merantau jauh ke Pulau Jawa.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!