Melihat Besaran Gaji Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Melihat kondisi sosial dan ekonomi saat ini, pendidikan semakin diprioritaskan oleh banyak orang. Bukan tanpa alasan, individu dengan latar belakang pendidikan yang baik cenderung memiliki peluang...
Melihat kondisi sosial dan ekonomi saat ini, pendidikan semakin diprioritaskan oleh banyak orang. Bukan tanpa alasan, individu dengan latar belakang pendidikan yang baik cenderung memiliki peluang karier yang lebih luas dan stabil di masa depan. Di tengah persaingan kerja yang kian ketat, pendidikan masih dipandang sebagai salah satu modal utama untuk meningkatkan daya saing.
Hal ini tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) November 2025 yang menunjukkan adanya korelasi positif antara tingkat pendidikan dan besaran gaji. Artinya semakin tinggi pendidikan, semakin tinggi pula gaji yang diperoleh.
Berikut rata-rata gaji berdasarkan tingkat pendidikan
- Lulusan Diploma IV, S1, S2, S3 (Rp4,63 juta per bulan)
- Lulusan Diploma I/II/III (Rp4,53 juta per bulan)
- Lulusan SMK (Rp3,34 juta per bulan)
- Lulusan SMA (Rp3,22 juta per bulan)
- Lulusan SMP (Rp2,55 juta per bulan)
- Lulusan SD ke bawah (Rp2,22 juta per bulan)
Pola besaran gaji ini menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan peluang memperoleh pendapatan yang lebih tinggi. Perbedaan upah tersebut sekaligus mencerminkan adanya nilai tambah dari keterampilan dan kompetensi yang umumnya sejalan dengan jenjang pendidikan formal.
Contohnya terlihat pada sektor informasi dan komunikasi, yang mencatat rata-rata gaji tertinggi, yakni sekitar Rp5,17 juta per bulan. Selain itu rata-rata gaji tertinggi lainnya berada pada sektor keuangan dan asuransi, sektor-sektor tersebut menuntut keahlian khusus yang sebagian besar diperoleh melalui pendidikan tinggi.
Meski demikian, pendidikan tinggi bukan satu-satunya faktor penentu kesuksesan karir. Ketatnya persaingan kerja saat ini menuntut individu untuk memiliki pengalaman kerja, keterampilan teknis, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Faktor lain seperti jejaring sosial dan pengalaman praktis juga turut memengaruhi peluang seseorang di dunia kerja. Oleh karena itu peluang karir juga terbuka luas bagi mereka yang memiliki suatu keahlian meskipun tidak mengeyam pendidikan tinggi.