Mahasiswa IPB Kembangkan SI-Gayatri untuk Percepat Transformasi Digital Peternakan Desa Kacangan
Transformasi digital saat ini tidak hanya terjadi pada sektor industri besar atau di daerah perkotaan. Perkembangan teknologi kini mulai menjangkau sektor yang menjadi dasar kehidupan masyarakat,...
Transformasi digital saat ini tidak hanya terjadi pada sektor industri besar atau di daerah perkotaan. Perkembangan teknologi kini mulai menjangkau sektor yang menjadi dasar kehidupan masyarakat, termasuk usaha peternakan yang dijalankan oleh rakyat di daerah pedesaan.
Salah satu bukti konkretnya adalah inovasi bernama SI-Gayatri (Sistem Informasi Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri), yang dibuat oleh mahasiswa dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kacangan, Kabupaten Bojonegoro.
SI-Gayatri adalah sistem informasi yang beroperasi melalui platform web dan aplikasi, dirancang khusus untuk membantu para peternak ayam petelur dalam mengelola data produksi serta keuangan dengan cara yang lebih terstruktur dan telah terdigitalisasi.
Inovasi ini dibuat sebagai tanggapan terhadap kondisi di lapangan, di mana sebagian besar peternak masih mengandalkan cara pencatatan manual menggunakan buku tulis. Metode tersebut memiliki berbagai kekurangan, mulai dari risiko kehilangan data, kemungkinan terjadinya kesalahan saat mencatat, hingga kesulitan dalam melakukan evaluasi terhadap usaha secara berkala.
Pengembangan SI-Gayatri juga selaras dengan program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri), sebuah program ekonomi berkelanjutan yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor usaha peternakan ayam petelur.
Keberadaan SI-Gayatri menjadi bentuk dukungan teknis yang membantu program tersebut berjalan dengan lebih efektif, melalui sistem pencatatan dan pemantauan yang telah terdigitalisasi.
Melalui SI-Gayatri, para peternak dapat mencatat berbagai jenis data penting, seperti jumlah produksi telur setiap hari, penggunaan pakan, kondisi kesehatan ternak, hingga pencatatan transaksi keuangan yang sederhana, semuanya dalam satu platform yang terintegrasi.
Sistem ini dapat diakses melalui perangkat smartphone maupun komputer, sehingga memudahkan penggunaan langsung baik di lingkungan kandang maupun di rumah peternak. Selain mempermudah proses pencatatan data produksi dan keuangan, SI-Gayatri juga mampu menghitung secara otomatis berbagai indikator kinerja ternak, seperti Feed Conversion Ratio (FCR), Hen Day (HD), serta jumlah konsumsi pakan per hari.
Fitur ini membantu peternak dalam memantau tingkat produktivitas ternak dengan lebih akurat dan secara real time, sehingga keputusan terkait usaha dapat diambil berdasarkan data yang telah terukur dengan jelas.
Ketua pelaksana KKNT Inovasi IPB University Desa Kacangan sekaligus salah satu pengembang aplikasi SI-Gayatri, Muh. Ihsan Ramadhana, menjelaskan bahwa pengembangan aplikasi ini berawal dari kebutuhan yang sebenarnya ada di lapangan. “Kami melihat banyak peternak sebenarnya sudah menjalankan usaha dengan baik, tetapi pencatatan masih dilakukan secara manual sehingga sulit untuk melakukan evaluasi usaha secara menyeluruh. Dari situ kami mencoba menghadirkan solusi sederhana berbasis digital yang tetap mudah digunakan oleh peternak,” jelas Ihsan.
Ihsan juga menambahkan bahwa pengembangan SI-Gayatri tidak hanya bertujuan untuk menciptakan sebuah inovasi teknologi, tetapi juga untuk mendukung kelangsungan program ekonomi daerah. “Kami berharap SI-Gayatri bisa menjadi alat pendukung bagi program Gayatri Kabupaten Bojonegoro. Harapannya, peternak bisa lebih mudah memantau produksi, mengelola biaya pakan, dan melihat perkembangan usaha mereka secara lebih terukur,” tambahnya.
Penerapan SI-Gayatri telah menunjukkan dampak yang nyata bagi para peternak. Data produksi yang sebelumnya tersebar dalam berbagai catatan manual kini dapat disimpan dengan rapi dalam satu sistem yang terpadu. Proses rekapitulasi data yang sebelumnya membutuhkan waktu yang cukup lama kini dapat dilakukan secara otomatis, sehingga meningkatkan efisiensi kerja bagi peternak.
Digitalisasi juga membantu dalam meningkatkan transparansi pada usaha peternakan. Peternak dapat dengan mudah membagikan laporan produksi kepada anggota keluarga maupun pihak lain yang terlibat dalam usaha mereka. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi kerja, tetapi juga memperkuat komunikasi dalam lingkup usaha peternakan rakyat.
Meskipun demikian, penerapan teknologi digital di daerah desa tentunya tidak terlepas dari berbagai tantangan. Beberapa peternak, terutama mereka yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital, masih memerlukan bantuan dan pendampingan dalam penggunaan aplikasi ini. Selain itu, perubahan kebiasaan dari sistem pencatatan manual menuju sistem digital juga membutuhkan waktu untuk proses adaptasi.
Namun, tantangan tersebut justru menjadi bagian penting dalam proses transformasi digital. Pendampingan yang berkelanjutan serta pengembangan sistem yang semakin mudah digunakan diharapkan dapat meningkatkan tingkat penerimaan dan penggunaan teknologi di kalangan peternak.
Inovasi seperti SI-Gayatri menunjukkan bahwa transformasi digital di Indonesia tidak selalu harus dimulai dari skala yang besar. Inovasi yang dibuat berdasarkan kebutuhan lokal justru memiliki peluang yang lebih besar untuk diterapkan secara berkelanjutan. Kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah menjadi contoh nyata bagaimana inovasi teknologi dapat hadir dengan cara yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ke depannya, sistem seperti SI-Gayatri memiliki potensi untuk dikembangkan lebih luas, baik dari sisi penambahan fitur maupun perluasan jangkauan pengguna. Digitalisasi pada sektor peternakan rakyat dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di daerah desa.
Dengan pendekatan yang tepat, transformasi digital tidak lagi sekadar sebuah gagasan, tetapi dapat menjadi kenyataan yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Penulis: Nabila Rahma Hidayat