5 Tahap Penting dalam Menulis Artikel Ilmiah Berkualitas
Artikel ilmiah merupakan karya tulis yang disusun untuk mengomunikasikan gagasan atau hasil studi agar dapat dimuat dalam jurnal maupun buku kumpulan artikel. Sejalan dengan hal tersebut, Maryadi...
Artikel ilmiah merupakan karya tulis yang disusun untuk mengomunikasikan gagasan atau hasil studi agar dapat dimuat dalam jurnal maupun buku kumpulan artikel. Sejalan dengan hal tersebut, Maryadi (2000) mendefinisikan artikel sebagai adanya penggunaan kaidah-kaidah keilmuan sebagai alat untuk memuat dan mengkaji suatu masalah di dalam sebuah artikel. Tujuan utama dari penulisan ini adalah untuk mempublikasikan hasil karya peneliti sehingga bisa diakses dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Kriteria dan Struktur Artikel IlmiahDalam penyusunannya, artikel ilmiah harus memenuhi standar tertentu, terutama pada struktur sajian yang terdiri dari tiga komponen utama: pendahuluan (awal), isi (pembahasan), dan penutup (kesimpulan). Secara umum, berikut adalah penjelasan dari struktur baku tersebut:
1. Pendahuluan: Bagian ini memaparkan latar belakang masalah, tujuan penulisan, serta gambaran umum topik. Fungsinya adalah memberikan konteks sekaligus menarik minat pembaca.
2. Isi atau Pembahasan: Merupakan inti dari artikel yang berisi analisis data, uraian teori, dan argumen yang relevan. Pada hasil penelitian, bagian ini juga mencakup metode dan kajian pustaka.
3. Penutup atau Kesimpulan: Berisi ringkasan dari hasil pembahasan tanpa menambahkan informasi baru, melainkan menegaskan poin utama yang telah diulas.
Perbedaan Jenis Artikel: Penelitian dan Non-penelitian
Terdapat dua sistematika utama yang sering digunakan. Artikel ilmiah hasil penelitian disusun berdasarkan pengamatan empiris atau proses riset di lapangan. Sementara itu, artikel ilmiah non-penelitian lebih menitikberatkan pada hasil pemikiran, gagasan konseptual, atau kajian pustaka penulis.
Pemahaman perbedaan ini sangat krusial agar pembaca dapat mengidentifikasi pendekatan yang digunakan. Hal ini sejalan dengan buku Bahan Ajar BIPA Tingkat 6 (2021) yang menyoroti pentingnya membedakan kedua sistematika tersebut agar tidak menimbulkan kebingungan bagi pembaca.
Tahapan Penulisan Artikel Ilmiah
Laptane (Farid, 2017:2) menjelaskan bahwa proses penulisan artikel ilmiah, dapat dibagi menjadi 5 tahap yakni, tahap brainstorming, tahap drafting, tahap revising, tahap editing dan tahap publishing.
1. Brainstorming: Proses awal mencatat ide atau poin-poin hasil penelitian yang akan dikembangkan menjadi tulisan.
2. Drafting: Mengembangkan ide-ide awal menjadi kalimat dan paragraf yang utuh, termasuk menyusun subtopik secara sistematis.
3. Revising: Melakukan perbaikan pada isi tulisan agar selaras dengan kaidah bahasa dan tujuan utama penulisan
.4. Editing: Tahap penyempurnaan yang fokus pada tata bahasa, teknis penulisan, serta konsistensi gaya selingkung.
5. Publishing: Proses pengiriman naskah ke jurnal target hingga dinyatakan layak untuk dipublikasikan secara luas.
Menghindari kesalahan umum dan terbuka terhadap masukan dari rekan sejawat atau penyunting sangat penting untuk meningkatkan kualitas karya. Dengan mengikuti standar yang ada, penulis dapat memastikan kontribusi ilmiah yang disampaikan akurat, terpercaya, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat akademik.
Penulis: Nabila Rahma Hidayat
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!