Terungkap! Ini Alasan Teknik Sipil Tidak Pernah Disebut Teknik Bangunan
Teknik sipil kerap disalahpahami sebagai ilmu yang hanya berkaitan dengan pembangunan gedung dan konstruksi infrastruktur. Tak jarang muncul pertanyaan, mengapa bidang ini disebut teknik sipil, bukan...
Teknik sipil kerap disalahpahami sebagai ilmu yang hanya berkaitan dengan pembangunan gedung dan konstruksi infrastruktur. Tak jarang muncul pertanyaan, mengapa bidang ini disebut teknik sipil, bukan teknik bangunan?
Dosen Teknik Sipil Universitas Tangerang Raya (Untara), Riski Wahyudi, menjelaskan bahwa ada alasan mendasar mengapa ilmu yang berkaitan dengan pembangunan ini disebut sebagai teknik sipil. Menurutnya, jika disebut teknik bangunan, maka cakupan ilmunya akan menjadi sangat sempit.
“Menurutnya, jika disebut teknik bangunan, cakupan ilmunya akan sangat sempit, seolah hanya berurusan dengan gedung atau rumah. Padahal, teknik sipil mencakup berbagai bidang penting.”
Cakupan Ilmu Teknik Sipil
Teknik sipil mencakup berbagai bidang rekayasa yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat luas. Beberapa bidang utama dalam teknik sipil antara lain:
- Teknik struktur gedung
- Pembangunan jalan dan jembatan
- Bandara dan rel kereta api
- Bendungan dan sistem irigasi
- Geoteknik (pondasi, tanah, dan lereng)
- Teknik lingkungan
Riski juga menegaskan bahwa teknik lingkungan merupakan bagian dari subteknik sipil karena sama-sama berkaitan dengan pengelolaan infrastruktur publik.
“Bangunan sipil adalah infrastruktur publik yang dirancang untuk mendukung kehidupan masyarakat, seperti seperti jalan, jembatan, bendungan, terowongan, irigasi, bandara, sistem air bersih dan lain-lain,” terang Riski saat dihubungi, Kamis (29/1/2026).

Orientasi Teknik Sipil untuk Kepentingan Publik
Ciri utama teknik sipil adalah orientasinya pada infrastruktur yang digunakan oleh masyarakat luas. Berbeda dengan bangunan privat seperti rumah atau gedung perkantoran, karya teknik sipil memiliki fungsi sosial dan berdampak langsung terhadap kehidupan publik.
Beberapa contoh karya teknik sipil yang dirasakan langsung oleh masyarakat antara lain:
- Jalan raya dan jembatan
- Sistem drainase kota
- Tanggul pengaman banjir
- Sistem pengolahan air bersih
“Infrastruktur-infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas, keselamatan, serta kualitas hidup masyarakat.”
“Sehingga lulusan teknik sipil diharapkan menjadi insiyur untuk bangunan-bangunan sipil,” ungkap Riski.
Asal Usul Istilah Teknik Sipil
Secara historis, istilah teknik sipil berasal dari bahasa Inggris civil engineering. Kata civil berarti sipil atau masyarakat, yang merujuk pada kegiatan rekayasa untuk kepentingan publik.
Istilah ini mulai digunakan pada abad ke-18 di Eropa, ketika ilmu teknik terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu:
- Teknik militer (military engineering)
- Teknik sipil (civil engineering)
Teknik militer fokus pada pembangunan benteng, senjata, dan infrastruktur perang. Sementara itu, teknik sipil menangani proyek-proyek nonmiliter yang digunakan masyarakat umum, seperti jalan, jembatan, kanal, bendungan, dan sistem air bersih.
Dari pembagian inilah, istilah teknik sipil digunakan untuk membedakan pekerjaan teknik yang bersifat publik dengan teknik yang bersifat militer. Dengan demikian, penyebutan teknik sipil tidak sekadar merujuk pada bangunan fisik, tetapi pada peran strategis insinyur dalam membangun infrastruktur untuk kepentingan masyarakat luas.