Masih 35 Tahun, Dosen UPI Ini Resmi Jadi Profesor Fisika Termuda di Indonesia
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi mengumumkan pengangkatan Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T. sebagai Guru Besar dalam bidang fisika material energi. Penyerahan Surat Keputusan (SK)...
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi mengumumkan pengangkatan Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T. sebagai Guru Besar dalam bidang fisika material energi. Penyerahan Surat Keputusan (SK) jabatan fungsional tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Partere, Jalan Dr. Setiabudhi No. 229, Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026).
Dengan pengangkatan ini, Dr. Eka Cahya Prima, yang kini disapa Prof. Eka, tercatat sebagai salah satu profesor termuda di Indonesia dalam bidang fisika, dengan usia 35 tahun. Ia menyampaikan apresiasi kepada UPI atas dukungan yang konsisten terhadap pengembangan riset yang ia jalani. Menurutnya, UPI telah memberikan fasilitasi riset secara menyeluruh, baik dari sisi pendanaan, penyediaan ruang, hingga fasilitas laboratorium, sebagaimana dikutip dari laman resmi UPI pada Rabu (14/1/2026).
Latar Belakang Pendidikan

Prof. Eka menempuh pendidikan sarjana (S1) di Universitas Pendidikan Indonesia dan lulus pada tahun 2011. Setelah itu, ia melanjutkan studi magister (S2) dan doktoral (S3) di Institut Teknologi Bandung (ITB), yang turut memperkuat kompetensinya di bidang fisika material dan energi.
Fokus Riset dan Laboratorium Energi Surya
Saat ini, Prof. Eka aktif mengembangkan riset material sel surya dan energi terbarukan di Laboratorium Material Energi Surya UPI. Laboratorium ini berada di bawah naungan:
- Program Studi Fisika
- Program Studi Pendidikan IPA
Laboratorium tersebut menjadi salah satu pusat pengembangan energi terbarukan di UPI serta membuka peluang kolaborasi lintas institusi, baik di tingkat nasional maupun regional.
Kolaborasi Riset Lintas Institusi
Dalam pengembangan risetnya, Prof. Eka dan tim telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga nasional, di antaranya:
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
- Institut Teknologi Bandung (ITB)
- Universitas Padjadjaran (Unpad)
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
- Sejumlah perguruan tinggi lain di Pulau Jawa
Selain itu, Laboratorium Material Energi Surya UPI juga menerima kunjungan serta kolaborasi riset dari Universitas Sriwijaya dan Universitas Gadjah Mada, khususnya dalam pengembangan sel surya, layanan sintesis material, serta karakterisasi material.
Kontribusi Ilmiah dan Hilirisasi Riset
Hasil riset Prof. Eka dan tim telah dipublikasikan di berbagai jurnal internasional bereputasi tinggi, antara lain Advanced Energy Materials (Wiley) dan ACS Nano Materials. Tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, sejumlah hasil riset tersebut juga berhasil dikomersialisasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Komitmen Pendidikan dan Visi Keberlanjutan
Ke depan, Prof. Eka memiliki visi untuk mengembangkan Pusat Unggulan Universitas di bidang energi terbarukan. Ia juga berkomitmen memperkuat pendidikan sains berbasis keberlanjutan melalui pendekatan Education for Sustainable Development Goals (ESDG) serta penguatan pendidikan STEM yang telah berjalan di UPI selama tiga tahun terakhir.
Dalam perjalanannya, Prof. Eka menekankan pentingnya kerja tim. Saat ini, ia melibatkan sekitar 27 mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan dan perguruan tinggi di Indonesia dalam kelompok riset yang ia pimpin. Ia berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi generasi muda dosen dan peneliti untuk terus berkarya, berkolaborasi, serta berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan pembangunan bangsa, khususnya di bidang energi terbarukan dan pendidikan sains.