Dulu Viral Karena Anak Buruh Bisa Tembus Kedokteran UI, Kini Kembali Viral Setelah Memperoleh IP Sempurna
Masih diingat Iqbal Rasyid, putra daerah Bengkulu yang pada tahun lalu menjadi perhatian publik setelah diterima sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Kisahnya kembali...
Masih diingat Iqbal Rasyid, putra daerah Bengkulu yang pada tahun lalu menjadi perhatian publik setelah diterima sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Kisahnya kembali menjadi sorotan usai ia melaporkan capaian akademik pada Semester I perkuliahan.
Dari sembilan mata kuliah yang diambil pada semester pertamanya, Iqbal berhasil meraih tujuh nilai A dan dua nilai A-, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,91. Prestasi tersebut menunjukkan konsistensi akademik yang kuat di salah satu fakultas kedokteran paling kompetitif di Indonesia.
Prestasi Akademik di Semester Awal
Capaian IPK 3,91 pada semester pertama menjadi bukti bahwa Iqbal mampu beradaptasi dengan cepat terhadap ritme dan tuntutan akademik pendidikan kedokteran. Hasil ini juga memperlihatkan bahwa mahasiswa dari daerah, ketika mendapatkan akses yang setara, mampu bersaing dan berprestasi di lingkungan pendidikan tinggi terbaik.
Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Iqbal dan keluarganya, tetapi juga menjadi simbol penting bagi pemerataan kesempatan pendidikan di Indonesia.

Kesempatan sebagai Faktor Penentu
Capaian akademik Iqbal mendapat perhatian langsung dari dokter Ari, yang menuliskannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia menegaskan pentingnya akses dan kesempatan dalam dunia pendidikan tinggi.
“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kesempatan yang tepat, mahasiswa dari berbagai latar belakang mampu menunjukkan prestasi akademik yang sangat baik. Selama delapan tahun menjabat sebagai Dekan FKUI, kami senantiasa berkomitmen untuk membuka akses dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak seperti Iqbal untuk menempuh pendidikan di FKUI.”
Dokter Ari juga menekankan bahwa keberhasilan akademik tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan oleh peluang yang diberikan kepada mahasiswa.
“Saya meyakini bahwa keberhasilan ini bukan semata-mata persoalan kemampuan, melainkan persoalan kesempatan. Ketika kesempatan tersebut diberikan, mereka pun mampu berprestasi dan bersaing secara unggul di FKUI,” tulis dokter Ari (@dokterari).

Apresiasi bagi Pihak yang Terlibat
Selain menyoroti prestasi Iqbal, dokter Ari juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang turut mendukung perjalanan akademik mahasiswa asal Bengkulu tersebut. Penghargaan diberikan kepada jajaran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang dinilai konsisten membuka ruang akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Ucapan terima kasih secara khusus juga disampaikan kepada Mas Santoso Im dan Prof. Dwiana Ocviyanti yang disebut telah berperan langsung dalam menjemput serta mendampingi Iqbal dari Bengkulu hingga dapat menempuh pendidikan di FKUI.
Kisah Iqbal menjadi pengingat bahwa dengan sistem yang inklusif dan keberpihakan pada akses pendidikan, potensi anak-anak bangsa dari berbagai daerah dapat berkembang secara optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi masa depan Indonesia.