Anak Petani Jadi Peneliti AI Dunia, Masuk Kampus Elite di Usia 14 Tahun Hingga Raih Doktor Diusia 24 Tahun
India dikenal sebagai salah satu negara yang konsisten melahirkan talenta unggul di bidang ilmu komputer dan teknik. Salah satu sosok yang mencerminkan tradisi tersebut adalah Satyam Kumar, ilmuwan...
India dikenal sebagai salah satu negara yang konsisten melahirkan talenta unggul di bidang ilmu komputer dan teknik. Salah satu sosok yang mencerminkan tradisi tersebut adalah Satyam Kumar, ilmuwan muda yang menempuh jalur akademik luar biasa sejak usia belia hingga meraih gelar doktor di usia 24 tahun.
Awal Kehidupan dan Pendidikan Dini
Satyam Kumar lahir pada 20 Juli 1999 di desa Bakhorapur, Distrik Buxar, Bihar, wilayah timur India. Ia tumbuh dalam keluarga petani dengan latar belakang sederhana. Meski demikian, kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk menapaki jalur pendidikan tinggi di institusi paling bergengsi di India.
Pada usia 14 tahun, Satyam berhasil lolos Joint Entrance Examination (JEE), ujian masuk yang dikenal sangat kompetitif, dan diterima di Indian Institutes of Technology (IIT) Kanpur. Pencapaian ini menempatkannya di antara pelajar termuda yang pernah masuk IIT.
Studi di IIT Kanpur
Di IIT Kanpur, Satyam mengambil jurusan Teknik Elektro dengan skema dua jenjang sekaligus, yakni sarjana dan magister. Ia menuntaskan:
- Gelar B.Tech dan M.Tech dalam waktu lima tahun
- Masa studi berakhir pada tahun 2018
Selama perkuliahan, Satyam memusatkan perhatian pada penguatan dasar-dasar teknik inti serta pemecahan masalah yang berorientasi pada penelitian. Meski fokus akademik menjadi prioritas utama, ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan nonakademik, antara lain:
- Berpartisipasi di Laboratorium Sistem Inteligensi dan Tidur
- Aktif di Klub Robotika IIT Kanpur
- Mengikuti kompetisi teknologi tingkat nasional
Bersama timnya, Satyam meraih juara ketiga dalam kompetisi ROBOPIRATES pada ajang Techkriti 2014, sebuah festival teknologi tahunan bergengsi di IIT Kanpur.
Menempuh Pendidikan Doktoral di Amerika Serikat
Setelah menyelesaikan pendidikan magisternya, Satyam melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Pada tahun 2019, ia diterima sebagai mahasiswa doktoral di bidang Teknik Elektro dan Komputer di University of Texas.

Studi PhD tersebut ia selesaikan pada September 2024. Penelitiannya berfokus pada integrasi pembelajaran mesin dengan antarmuka otak-komputer atau Brain-Computer Interface (BCI). Bidang ini meneliti cara menguraikan sinyal otak untuk mengendalikan perangkat, dengan potensi aplikasi luas, antara lain:
- Teknologi rehabilitasi medis
- Perangkat bantu bagi penyandang disabilitas
- Sistem interaksi manusia-mesin generasi lanjut
Fokus Riset dan Kontribusi Ilmiah
Dalam karya ilmiahnya, Satyam banyak mengkaji tantangan praktis yang menghambat penerapan BCI di kehidupan sehari-hari. Beberapa isu utama yang ia teliti meliputi:
- Gangguan dan kualitas sinyal EEG
- Variasi sinyal antar pengguna
- Keterbatasan generalisasi sistem BCI
Minat risetnya mencakup berbagai bidang teknis, antara lain:
- Pembelajaran transfer untuk sistem berbasis EEG
- Penguraian citra motorik
- Pemrosesan sinyal tingkat lanjut
- Metode klasifikasi berbasis pembelajaran mesin
Pengalaman Industri dan Karier Profesional
Selain meniti karier akademik, Satyam juga memiliki pengalaman di industri teknologi global. Ia pernah bekerja sebagai Machine Learning Intern di Apple, Swiss. Pengalaman ini memperkaya perspektifnya dalam menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan industri.
Berdasarkan keterangan pada akun LinkedIn miliknya, sejak Oktober 2024 Satyam Kumar menjabat sebagai Insinyur Riset Sistem Pembelajaran Mesin di Texas Instruments, Amerika Serikat.