Rusia Tambah Kuota Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia Tahun 2026, S1–S3 Kebagian
Foto: Lomonosov Moscow State University
Pemerintah Rusia resmi meningkatkan kuota beasiswa bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang ingin menempuh pendidikan tinggi di negaranya mulai tahun 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Rusia, sekaligus merespons tingginya minat pelajar Indonesia terhadap program beasiswa Pemerintah Rusia.
Table Of Content
Penambahan kuota tersebut diumumkan langsung oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, usai pertemuannya dengan perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia (Kemdiktisaintek) di Jakarta. Dilansir dari laman Kemendiktisaintek, Kamis (25/12/2025), Sergei Tolchenov menyebut bahwa tren positif pemanfaatan beasiswa oleh mahasiswa Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menjadi faktor utama peningkatan kuota tersebut.
Kuota Beasiswa Naik dari 250 Menjadi 300
Pada tahun 2025, Indonesia memperoleh sekitar 250 kuota beasiswa Pemerintah Rusia untuk jenjang pendidikan tinggi. Namun, karena pemanfaatannya dinilai optimal serta permintaan dari calon mahasiswa yang terus meningkat, kuota tersebut resmi ditambah menjadi 300 beasiswa untuk tahun akademik 2026.
Adapun rincian kuota beasiswa tersebut meliputi:
- Sekitar 200 beasiswa untuk jenjang sarjana (S1),
- 80 beasiswa untuk jenjang magister (S2),
- 20 beasiswa untuk program doktoral (S3).
Penambahan ini membuka peluang yang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi di Rusia pada berbagai jenjang akademik.
Beasiswa Khusus dari Rosatom dan RUSAL
Selain kuota utama dari Pemerintah Rusia, tersedia pula skema beasiswa khusus yang disalurkan melalui lembaga besar Rusia, seperti Russian State Atomic Energy Corporation (Rosatom) dan Russian Aluminium Company (RUSAL). Skema ini mencakup program beasiswa penuh (full scholarship) yang ditawarkan di sejumlah universitas ternama, salah satunya Ural Federal University di Yekaterinburg.
Program ini memberikan alternatif jalur pendanaan pendidikan bagi mahasiswa Indonesia, khususnya pada bidang-bidang unggulan yang menjadi fokus industri strategis Rusia.
Fokus pada Bidang Strategis dan STEM
Penambahan kuota beasiswa juga diarahkan pada pengembangan program studi strategis, terutama di bidang sains, teknologi, rekayasa (engineering), dan energi nuklir. Bidang-bidang tersebut menjadi fokus utama kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Rusia.
Langkah ini dinilai selaras dengan kebutuhan Indonesia dalam mencetak sumber daya manusia unggul serta memperkuat kapasitas ilmuwan dan tenaga profesional di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics).
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia, Stella Christie, menyampaikan apresiasinya atas peningkatan kuota beasiswa tersebut. Ia menilai kebijakan ini sejalan dengan visi pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan internasional.
Stella Christie juga menekankan bahwa tantangan ke depan adalah memperluas diseminasi informasi agar kesempatan beasiswa ini dapat diakses secara merata oleh calon mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!