Beranda/Berita Kampus/122 Program Studi Ditutup Sepanjang 2026, Ini Jurusan yang Paling Banyak Dihentikan
Berita Kampus

122 Program Studi Ditutup Sepanjang 2026, Ini Jurusan yang Paling Banyak Dihentikan

Sejumlah prodi ini ditutup karena jumlah mahasiswa terus turun.

Agnes Z. YonatanBy Agnes Z. Yonatan•9 September 2026•3 Menit Baca•14 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
122 Program Studi Ditutup Sepanjang 2026, Ini Jurusan yang Paling Banyak Dihentikan

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mencatat sebanyak 122 program studi (prodi) ditutup sepanjang 2026. Menariknya, tidak ada satu pun program studi kependidikan yang masuk dalam daftar jurusan yang paling banyak dihentikan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa penutupan program studi tersebut berasal dari usulan perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) penyelenggara. Dengan kata lain, kebijakan ini bukan semata-mata keputusan pemerintah, melainkan hasil evaluasi yang dilakukan masing-masing kampus terhadap program studinya.

"Dari 11 program studi yang paling banyak ditutup, tidak ada program studi pendidikan di dalamnya," ujar Brian dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Daftar Prodi yang Paling Banyak Ditutup

Berdasarkan data Kemdiktisaintek, sejumlah program studi yang paling banyak dihentikan penyelenggaraannya pada 2026 meliputi:

  • D3 Kebidanan
  • D3 Manajemen Informatika
  • D3 Akuntansi
  • D3 Teknik Komputer
  • S1 Manajemen Retail
  • D3 Keuangan dan Perbankan
  • D3 Keperawatan
  • S1 Matematika

Program-program tersebut menjadi yang paling sering diusulkan untuk ditutup oleh perguruan tinggi selama tahun ini.

Jumlah Mahasiswa Menurun Jadi Salah Satu Faktor

Menurut Brian, salah satu alasan utama penutupan program studi adalah berkurangnya jumlah peminat dan mahasiswa yang mendaftar. Ketika sebuah prodi tidak lagi memiliki daya tarik yang cukup bagi calon mahasiswa, kampus biasanya melakukan evaluasi terhadap keberlanjutan program tersebut.

Selain faktor jumlah mahasiswa, beberapa perguruan tinggi juga memilih mengganti program studi lama dengan program yang dinilai lebih relevan dengan kebutuhan masa depan dan perkembangan ilmu pengetahuan.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Sebagai contoh, program studi Matematika di beberapa kampus dapat bertransformasi menjadi Aktuaria yang saat ini memiliki prospek karier lebih spesifik dan diminati industri.

Bukan Sekadar Ditutup, Tapi Bertransformasi

Kemdiktisaintek menegaskan bahwa penutupan program studi tidak selalu berarti bidang keilmuannya hilang. Dalam banyak kasus, yang terjadi justru transformasi dan pengembangan kurikulum agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman.

Sebagai ilustrasi, program studi Teknik Elektro dapat berkembang menjadi program yang lebih spesifik seperti Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, atau Robotics. Perubahan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja sekaligus perkembangan teknologi yang bergerak sangat cepat.

Pemerintah juga mendorong setiap kelompok program studi untuk melakukan evaluasi berkala, umumnya setiap tiga hingga empat tahun, guna memastikan materi pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri.

Penutupan Prodi Berdasarkan Usulan Kampus

Brian menegaskan bahwa kebijakan penghapusan program studi dilakukan berdasarkan usulan dari perguruan tinggi yang bersangkutan atau sebagai konsekuensi atas pelanggaran berat tertentu. Setelah usulan diterima dan dievaluasi, Kemdiktisaintek akan menerbitkan surat keputusan resmi terkait penutupan program studi tersebut.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Karena itu, fenomena penutupan 122 prodi pada 2026 tidak selalu dapat dimaknai sebagai menurunnya kualitas pendidikan tinggi. Dalam banyak kasus, langkah tersebut justru menjadi bagian dari strategi kampus untuk memperbarui program akademik dan menghadirkan jurusan yang lebih sesuai dengan kebutuhan mahasiswa serta tuntutan dunia kerja yang terus berubah.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#Universitas#pendidikan tinggi#pendidikan tinggi Indonesia#kampus Indonesia#mahasiswa Indonesia#mahasiswa#Perguruan Tinggi#kampus#Pendidikan Indonesia
Agnes Z. Yonatan

Penulis: Agnes Z. Yonatan

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!