Beranda/Berita Kampus/10 Negara Dengan IQ Tertinggi Di Dunia 2026, Iran 5 Besar dan Ada 2 Negara Tetangga Indonesia
Berita Kampus

10 Negara Dengan IQ Tertinggi Di Dunia 2026, Iran 5 Besar dan Ada 2 Negara Tetangga Indonesia

WI
By Widiyanto
•9 September 2026•3 Menit Baca•49 Dilihat•0 Komentar
ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
10 Negara Dengan IQ Tertinggi Di Dunia 2026, Iran 5 Besar dan Ada 2 Negara Tetangga Indonesia

Hasil pengukuran IQ global terbaru yang dirilis pada 1 Januari 2026 menunjukkan sejumlah temuan menarik. Salah satunya adalah masuknya Iran ke dalam lima besar negara dengan rata-rata IQ tertinggi di dunia, di tengah dinamika geopolitik yang melibatkan negara tersebut. Selain itu, dua negara di kawasan ASEAN, yakni Singapura dan Vietnam, juga berhasil menembus 10 besar.

Data ini berasal dari tes yang dilakukan melalui platform International IQ Test sepanjang tahun 2025, dengan total partisipan mencapai 1.212.714 orang dari berbagai negara. Secara keseluruhan, lebih dari 16 juta orang telah mengikuti tes ini sejak platform tersebut diluncurkan.

Tes yang digunakan terinspirasi oleh Raven's Progressive Matrices, yakni metode pengukuran kecerdasan berbasis penalaran nonverbal yang dirancang untuk meminimalkan bias bahasa dan budaya. Hasilnya dikalibrasi dengan rata-rata 100 dan deviasi standar 15 selama tiga tahun berturut-turut, serta memiliki tingkat saturasi g internal sebesar 0,943 dalam dua tahun terakhir.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Baca juga: Perjuangan Mahasiswa Madura, Anas Hampir Cuti Kini Lulus S2 IPK 4,00, Tembus Scopus Q1 dan Puluhan Publikasi

10 Negara dengan IQ Tertinggi di Dunia 2026

  1. Korea Selatan
    Rerata IQ: 106,97
    Partisipan: 26.996
    Rerata IQ tahun sebelumnya: 106,43
  2. China
    Rerata IQ: 106,48
    Partisipan: 229.918
    Rerata IQ tahun sebelumnya: 107,19
  3. Jepang
    Rerata IQ: 106,3
    Partisipan: 55.994
    Rerata IQ tahun sebelumnya: 106,4
  4. Iran
    Rerata IQ: 104,8
    Partisipan: 10.538
    Rerata IQ tahun sebelumnya: 106,3
  5. Australia
    Rerata IQ: 104,45
    Partisipan: 4.245
    Rerata IQ tahun sebelumnya: 102,57
  6. Rusia
    Rerata IQ: 103,78
    Partisipan: 29.170
    Rerata IQ tahun sebelumnya: 103,16
  7. Singapura
    Rerata IQ: 103,56
    Partisipan: 6.880
    Rerata IQ tahun sebelumnya: 105,14
  8. Mongolia
    Rerata IQ: 102,61
    Partisipan: 2.437
    Rerata IQ tahun sebelumnya: 102,86
  9. New Zealand
    Rerata IQ: 102,35
    Partisipan: 1.184
    Rerata IQ tahun sebelumnya: 102,08
  10. Vietnam
    Rerata IQ: 102,26
    Partisipan: 14.915
    Rerata IQ tahun sebelumnya: 100,12

Metodologi dan Validitas Pengukuran

Tes IQ ini dilakukan secara daring melalui situs International IQ Test dalam periode 1 Januari hingga 31 Desember 2025. Metode yang digunakan mengacu pada pola Raven’s Progressive Matrices, yang menitikberatkan pada kemampuan mengenali pola dan penalaran logis tanpa bergantung pada kemampuan bahasa.

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Pendekatan ini dinilai lebih adil secara budaya dibandingkan tes berbasis verbal. Meski demikian, hasil tes tetap harus dipahami sebagai indikator umum, bukan sebagai diagnosis kecerdasan individu.

Limitasi Pengukuran

Terdapat sejumlah keterbatasan dalam pengukuran ini yang perlu diperhatikan:

  1. Bias akses internet
    Semua peserta merupakan pengguna internet. Pada 2025, sekitar 74 persen populasi global memiliki akses internet, sehingga hasil ini belum sepenuhnya merepresentasikan populasi dunia.
  2. Apa yang diukur oleh tes ini?
    Tes berbasis matriks Raven hanya mengukur penalaran nonverbal dan pengenalan pola. Aspek kecerdasan lain tidak sepenuhnya tercakup.
  3. Batasan tes daring
    Tes IQ online bersifat informatif, bukan alat diagnostik yang komprehensif.

Baca juga: Sempat Ditentang Orangtua, Anak Guru Ngaji dari Bantul Ini Tembus Beasiswa LPDP hingga Doktor di Belanda

Faktor yang Mempengaruhi Perbedaan IQ Antarnegara

SPONSORED CONTENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container

Perbedaan rata-rata IQ antarnegara tidak terjadi secara tunggal, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks:

  1. Beban kesehatan
    Studi pada 2010 menunjukkan bahwa negara dengan tingkat penyakit menular tinggi cenderung memiliki skor kognitif lebih rendah, karena berdampak pada perkembangan dan kualitas pendidikan.
  2. Nutrisi dan ketahanan pangan
    Studi tahun 2024 menemukan bahwa pola makan sehat berkorelasi dengan skor IQ yang lebih tinggi. Negara dengan ketahanan pangan baik cenderung memiliki hasil yang lebih tinggi.
  3. Kesempatan belajar dan stimulasi kognitif
    Studi 2022 menunjukkan aktivitas seperti bermain catur dapat meningkatkan performa kognitif anak. Selain itu, studi 1962 menemukan bahwa anak bilingual memiliki keunggulan dalam beberapa aspek kecerdasan dibandingkan monolingual.
  4. Genetika
    Penelitian kembar pada 2013 menunjukkan heritabilitas IQ berada di kisaran 50–80 persen, tergantung usia dan populasi. Namun, faktor ini tidak dapat menjelaskan perbedaan antarnegara secara langsung.

Secara umum, negara dengan sistem kesehatan yang kuat, nutrisi yang baik, serta akses pendidikan berkualitas tinggi dan lingkungan yang mendukung stimulasi kognitif cenderung memiliki rata-rata IQ yang lebih tinggi.

ADVERTISEMENTKamusMahasiswa Network
Prefetch Container
Tag Terkait:#Negara Terpintar Dunia#IQ Dunia#Peringkat IQ 2026#Iran IQ#Korea Selatan IQ#Singapura IQ#Vietnam IQ#Pendidikan Global#Fakta Dunia#Data Internasional
WI

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Memeriksa status sesi...

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!